Sebelum Anda Berdiskusi….

Salah satu cara memecahkan permasalahan adalah dengan berdiskusi. Dengan saling bertukar pikiran dan wawasan, permasalahan yang rumit niscaya dapat diuraikan dan pada akhirnya akan diperoleh jalan keluarnya.
Proses diskusi akan berjalan secara efektif jika peserta menyadari
hakikat diskusi dan memegang teguh prinsip-prinsip pelaksanaan diskusi.
Berikut ini beberapa prinsip berdiskusi yang harus diperhatikan.
1. Diskusi merupakan forum ilmiah untuk bertukar pikiran dan wawasan dalam menyikapi suatu permasalahan yang dihadapi bersama. Diskusi bukan forum untuk berbagi pengalaman (sharing), perasaan (curhat), kepentingan (musyawarah), atau ilmu kepintaran (mengajar).
2. Dalam diskusi, harus terjadi dialog atau komunikasi intelektual dan ilmiah. Dalam hal ini, harus dijauhkan unsur emosional dan mengabaikan kedekatan hubungan personal sehingga terlahir pemikiran – pemikiran yang rasional dan objektif.
3. Diskusi merupakan forum resmi, formal, dan terbuka. Oleh karena itu, proses komunikasi menggunakan bahasa nasional yang baku sehingga dapat dipahami semua kalangan dengan baik. Diskusi bukan forum kekeluargaan yang ditujukan pada kelompok terbatas.
4. Diskusi berlangsung dalam situasi yang tertib, teratur, dan terarah serta bertujuan jelas. Oleh karena itu, diperlukan adanya perangkat dan instrumen pendukung seperti ketua/moderator, notulis, dan tata tertib.
Proses diskusi dikatakan hidup dan sehat jika seluruh peserta terlibat secara aktif dengan mengikuti tatanan yang ada. Sebaliknya, akan dikatakan tidak sehat jika proses bertukar pikiran didominasi oleh satu atau dua pikiran saja.

Menyampaikan Gagasan dan Tanggapan dengan Alasan yang Logis dalam Diskusi

Inti dari kegiatan diskusi adalah terjadinya proses bertukar pikiran
Antar peserta diskusi. Peserta di harapkan menyampaikan pendapatnya
terhadap permasalahan yang dihadapi. Selanjutnya pendapat tersebut harus ditanggapi oleh peserta yang lain. Bermacam-macam bentuk tanggapan dapat disampaikan, misalnya dengan mempertanyakan maksud dari pendapat tersebut jika dianggap belum jelas. Tanggapan juga dapat disampaikan dengan, menyatakan sikap setuju atau tidak setuju/mendukung atau tidak mendukung terhadap pendapat yang telah dikemukakan. Munculnya berbagai sikap pikiran dan tanggapan yang berbeda-beda itu merupakan hal yang positif dalam kegiatan berdiskusi. Semakin banyak tanggapan yang muncul menjadikan proses berdikusi semakin hidup dan dinamis.

Meskipun demikian, hidupnya proses berdiskusi tidak selalu menjamin hasil yang diperoleh akan baik. Hal itu dapat terjadi jika pendapat dan tanggapan yang muncul hanya kata-kata kosong yang tidak ada isinya. Selain itu pendapat yang dikemukakan lemah, tidak bersandar dan tanpa disertai alas an yang logis. Oleh karena itu dalam berdiskusi , setiap pendapat dan tanggapan yang dikemukakan harus disertai alas an atau argument yang logis dan berdasar. Pendapat juga harus disampaikan dengan bahasa yang efektif, sopan dan jelas. Hal itu merupakan unsur penting yang harus diperhatikan dalam diskusi.

Langkah-langkah untuk melakukan diskusi:

1. Diskusi selalu diawali dengan topik dan menemukan masalah terkait dengan topik. Tanpa topik dan masalahnya tentu tidak akan ada diskusi. Jadi, topik dan masalahnya adalah unsur utama yang menentukan kemenarikan sebuah diskusi (sebaiknya mencari topik yang sedang hangat dibicarakan).

2. Masalah biasanya terjadi karena adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Masalah juga berarti sesuatu yang harus dipecahkan atau dicarikan solusinya.

3. Dari mana kita dapat menemukan masalah untuk bahan diskusi? Anda dapat mencari masalah diskusi dari teks atau berita yang sedang hangat.

4. Bagaimana cara menemukan masalah pada teks yang kita baca? Masalah dapat Anda temukan dengan cara :

  • menjadikan fakta-fakta yang dikemukakan dalam teks sebagai sumber masalah;
  • mempertanyakan cara mengatasi fakta-fakta yang dikemukakan dalam teks;
  • mempertanyakan kelemahan atau kelebihan solusi atau pendapat yang dikemukakan dalam teks; atau mempertanyakan akibat atau dampak yang terjadi jika solusi atau pendapat dalam teks itu diterapkan, dan banyak lagi yang bisa diekploitasi dari teks yang kita baca.

Tips melaksanakan Kegiatan Diskusi :

1. Atur tempat duduk yang nyaman.

2. Ciptakan suasana diskusi yang menyenangkan.

3. Sediakan peralatan presentasi yang memadai (LCD atau OHP, papan tulis, spidol, dan lain-lain)

4. Moderator terlebih dahulu harus menjelaskan tujuan diskusi dan peran atau partisipasi yang dapat dilakukan oleh peserta dalam kegiatan diskusi.

5. Aturan dalam diskusi:

a) Bentuk presentasi

b) Waktu

c) Pengelolaan sesi tanya jawab

d) Dan lain-lain Tips Ketika Berdiskusi :

  • Sebelum menyampaikan statement didepan umum, memulailah dengan mengucapkan salam, memperkenalkan diri agar terlihat dan terdengar lebih sopan, kemudian baru menyampaikan statement.
  • Berbicaralah dengan jelas, yakinkah diri Anda bahwa semua penerima atau pendengar benar-benar dapat menerima informasi yang kamu sampaikan dengan jelas.
  • Atur intonasi (ritme, tinggi rendah, dan keras-lembutnya suara) secara memadai.
  • Aturlah pembicaraan Anda agar pendengar memiliki peluang untuk memberikan komentar atau mengajukan pertanyaan.
  • Perhatikan pandangan mata keseluruh peserta, jangan terpaku pada satu sudut tertentu atau membelakangi pendengar.
  • Perhatikan perasaan pendengar.
  • Tampilkan ekspresi wajah yang bersahabat.
  • Jaga kedekatan dan interaksi dengan peserta atau pendengar.
  • Jika mengajukan pertanyaan, saran, atau pendapat kemukakan secara ringkas, jelas, dan tepat sasaran (jangan bertele-tele).
  • Sebaiknya tidak memotong atau menghentikan pembicaraan orang lain.
  • Usahakan untuk tidak mendominasi pembicaraan.
  • Usahakan untuk memberikan umpan balik bukan memberikan interupsi secara terus-menerus. Aspek yang diamati dalam Proses Diskusi adalah :

1. Aspek kemenarikan masalah yang didiskusikan,

2. Kemenarikan penyajian,

3. Kesesuaian permasalahan dengan pembahasan,

4. Banyaknya pendapat yang muncul dalam diskusi (keaktifan anggota kelompok),

5. Kelogisan alasan dalam mengemukakan solusi,

6. Kelancaran dan ketetapan penggunaan bahasa,

7. Ketetapan pemimpin diskusi dalam mengatur kelancaran diskusi, dan

8. Ketetapan notulis dalam membuat simpulan hasil diskusi.

Peran serta guru dalam diskusi :

1.   Membimbing jalannya diskusi,

2. Melakukan refleksi untuk mengecek kemampuan Anda dalam melaksanakan kegiatan diskusi,

Semoga Bermanfaat!

Sumber: http://saipuddin.wordpress.com

                http://www.crayonpedia.org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s